Sabtu, 25 Januari 2014

My Journey in Kefamenanu

Rabu, 15 januari 2014
Hai kawan, sudah lama aku hendak menuliskan cerita perjalananku di sini, di tempat yang tak pernah aku bayangkan sama sekali. Baiklah akan ku ceritakan padamu kawan. Kefamenanu, itulah nama tempatku sekarang, mungkin banyak orang yang tidak pernah mendengar kata ini sebelumnya, atau ada yang bertanya, dimanakah itu? Sampai ada temanku yang langsung searching di google tentang Kefamenanu. Di sini bukan kota kawan, singkirkan semua bayangan tentang gemerlap kota. Kefamenanu adalah sebuah ibukota Kabupaten tepatnya Kabupaten Timor tengah Utara atau biasa disingkat TTU. Kefamenanu dalam bahasa sini artinya jurang. Butuh perjalanan 4-5 jam (jika ngebut) dari Kupang yang merupakan ibukota propinsi NTT. Jalanan yang harus ditempuh pun lumayan WOW dengan banyak tikungan dan kelokan, hemm..tapi bagiku yang sudah biasa dengan jalan seperti itu di Sumatera itu jadi tidak terlalu WOW bagiku. Perjalanan pertamaku dari Kupang ke sini dilakukan pada malam hari, jadi aku tidak tahu persis bagaimana keadaan sekelilingnya. Yang ku ingat setelah Kupang cuma ada satu daerah yang cukup ramai dan ternyata itu adalah Soe, ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan, setelah itu lebih banyak gelapnya daripada terangnya, hehe. Pertama kali tiba di sini kami menginap di sebuah home stay namanya Grand Royal. Hal pertama yang menyambut kami di sana adalah pohon natal dan patung yesus serta salib, hemm..kita sudah berada di daerah yang berbeda kawan. Keesokan harinya saat mencari kampus tempat kami ditugaskan yaitu di Universitas Timor (UNIMOR), kami tak akan menyangka jika kampusnya adalah itu, bagaimana tidak kawan, mungkin SD di dekat rumahmu lebih bagus dari pada kampusnya. Deg, aku baru tersadar dan berfikir, kenapa aku bisa sampai di sini? Tapi ya sudahlah, tak akan kuceritakan campur aduk perasaanku padamu waktu itu. Baiklah mungkin akan kuceritakan sedikit padamu tentang sejarah dan kondisi UNIMOR agar kau tak bertanya-tanya. UNIMOR dulunya merupakan sebuah kampus yang terletak di DILI ibukota Timur Timur (masih ingatkah kawan tentang propinsi termuda Indonesia yang akhirnya lepas menjadi negara Timor Leste ini?) UNIMOR dulu bernama UNTIM (Universitas Timor Timor). Saat kami berkunjung ke rumah pak rektor beliau banyak bercerita tentang bagaimana kondisi saat Timur Timur hendak lepas dari Indonesia yang banyak melibatkan PBB. Aku akan menceritakan sejauh yang ku ingat saja ya kawan, hehe. Jadi begini ceritanya, dulu ketika presiden Soeharto masih berkuasa, banyak dana yang dikeluarkan untuk membangun Timtim yang direbut pada tahun 1975. Seingatku dulu juga banyak ayah teman SD ku yang anggota TNI dikirim ke sana. Akan tetapi, tak ada yang bisa diharapkan di sana. Banyak pihak yang tidak setuju jika Timtim ini terlalu dijadikan anak emas. Nah, pada saat pemerintahan pak Habibie, saat Indonesia sedang berada dalam keadaan krisis moneter, PBB menawarkan bantuan dengan syarat Timur Timur dilepaskan, jadi kata pak rektor sebenarnya jajak pendapat itu hanya formalitas belaka. Hemm...:(. Kembali ke cerita UNTIM, nah jadi bapak rektor ini dulu adalah salah satu dosen UNTIM yang tinggal di Dili, saat Timur Timur dinyatakan lepas dari NKRI maka orang2 Indonesia yang ada di sana pada mengungsi termasuk dosen2 asal Indonesia. Pak Rektor sendiri harus rela meinggalkan rumah dan seluruh isinya di sana, dan parahnya lagi rumahnya itu malah di ambil sama tetangganya orang asli sana, pak rektor bilang setahun setelah kejadian itu dia pernah kembali ke rumahnya dan minta keterangan atau pertangungjawaban, tapi sang tetangga malah cuek dan acuh saja seakan2 itu rumahnya, hemm...specchless. Jadi akhirnya dosen-dosen serta mahasiswa UNTIM asal Indonesia akhirnya memutuskan tetap melanjutkan perkuliahan di camp-camp pengungsi di Kupang. Jadi UNIMOR resmi didirikan kembali pada tahun 2000. Kemudian pemerintah pada tahun 2003 memberikan bantuan untuk pembangunan gedung kuliah UNIMOR dan terpilihlah kota Kefamenanu sebagai tempat kampus UNIMOR. Sebelumnya gedungnya dibangun UNIMOR berkampus di sekolah-sekolah sekitaran Kefamenanu. Kampusnya sendiri berdiri di areal yang sangat luas di jalan Km.9, tapi ya gedungnya masih sedikit dan kecil-kecil. Kata orang-orang sini, sebelum UNIMOR berdiri, di sini adalah Hutan, hiyyy..hehe. itulah sejarah singkat UNIMOR kawan. Nanti akan kuceritakan khusus tentang prodi Biologinya jika aku sudah mulai aktif di kampus.

FKIP Unimor ^^

Sekarang aku akan menceritakan tentang kehidupan masyarakat di sini. Seperti sering kau lihat di TV, warna kulit orang sini lebih gelap dengan rambut keriting. Ada banyak hal menarik tentang orang-orang di sini. Banyak orang, pria atau wanita, tua dan muda (khususnya orang tua) yang hobi mengunyah pinang sehingga dimana-mana akan kau temukan orang yangbibrnya merah atau bekas ludahan pinang di mana-mana. Katanya hal itu membuat gigi mereka lebih kuat. Hal lain yang menarik adalah orang-orang di sini sangat ramah meski bahasa mereka terkesan keras. Aku kaget saat sedang berjalan pulang dari warung tiba-tiba perempuan di seberang jalan menyapaku dengan bilang “pagi” dan dengan kaget aku pun menjawab “pagii” hahha...di sini pasti akan kau temukan orang2 yang meyapamu meski tak kenal denganmu. selain itu para gadis di sini disapa dengan panggilan “nona”, wahhh,,aku merasa sangat tersanjung saat dipanggil nona. Hahha. Ibu-ibu disapa mama dan para lelaki banyak disapa kaka, hoho. Satu hal yang mungkin kau juga tahu, di sini muslim adalah minoritas, jadi jangan heran jika kau jarang menemukan mesjid dan banyak melihat gereja. Awal sampai di sini kita rindu mendengarkan adzan dan melihat perempuan memakai jilbab atau kerudung. Saat melihat ada perempuan pakai kerudung itu rasanya senang, yah seperti menemukan saudara gitu, hehe. Jilbab atau kerudung juga jadi indikator kita jika ingin berbelanja atau membelil makanan, kalau penjualnya pakai jilbab berarti dia muslim dan makanan yang dijualnya halal, simple..kebanyakan penjual di sini berasal dari jawa, makasar atau orang cina dan orang asli sini hanya sebagai pekerja. Hemm..sungguh ironi. Awalnya aku pikir wajar jika penduduk disini jauh ketinggalan dengan masyarakat di Pulan jawa, kenapa tidak, alam telah menghukum mereka seperti itu, di sini tanahnya banyak tidak cocok dengan tumbuhan seperti buah dan sayur yang sering kau temukan di jawa. Jadi jangan tanyakan buah jeruk, apel, melon, semangka, dsb, yang kau temukan di sini hanya buah seperti alpukat dan nanas, tapi kau pasti akan banyak menemukan jagung di sini kawan, yap, jagung adalah makanan pokok kedua orang di sini, nama jagung khas di sini adalah jagung Bose, yaitu jagung yang sudah dilepaskan kulit arinya, aku pun belum pernah melihat dan memakannya, nanti jika musim jagung tiba akan kuceritakan lagi tentang jagung Bose ini.  Di sini sayur seperti wortel, selada, dsb jarang kau temukan, dan satu lagi harga barang2 di sini mahal kawan, bahkan sampai dua kali lipat harga barang di jawa dan sumatera, jadi kita harus pintar mengatur keuangan di sini. Pulau yang jauh serta ongkos yang mahal mungkin menjadi salah satu penyebab kenapa harga di sini mahal. Untuk malam ini sekian dulu ceritaku ya kawan, kapan-kapan aku lanjutkan kembali.:D

Patung Binmafo Kefamenanu

7 komentar:

  1. jangan lupa untuk trus berbagi cerita dan informasi mut.

    BalasHapus
  2. Kereeen... pengelaman baru di negeri orang... di tunggu cerita selanjutnya bu dosen... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe,,,mksh2 ade,,yupp de...msh bnyk crta menarik lainnya,,hahaha..:)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. kutunggu cerita selanjutnya dari mu kawan :)

    BalasHapus