Rabu, 28 Februari 2018

Travelling to Malaysia and Singapore Part 1

Halooo selamat pagi teman...akhirnya setelah sekian tahun dipenuhi jaring laba-laba blog ini aktif lagi..hehe...Tulisan ini muncul akibat request dan pertanyaan dari beberapa orang teman tentang bagaimana perjalanan dan biaya selama kita melakukan perjalanan menuju negeri tetangga, Malaysia dan Singapura.
Oke, lets begin, sebenarnya niat buat pergi ke luar negeri ini sudah lama, mengingat udah bikin pasport dari beberapa tahun yang lalu tapi sampai sekarang belum pernah ke luar negeri, masa' nanti pas perpanjangan pasport belum ada cap sama sekali, kan ga lucu pas ditanya orang imigrasi kenapa bikin pasport kalo ga pernah ke luar negeri...wkwkw...Nah, jadi hal yang juga dialami oleh salah seorang sahabatku si Azza, maka tercetuslah ide buat jalan-jalan ke luar negeri ini pada penghujung tahun 2017 lalu, awalnya rencanananya pas kita sama-sama libur semester, eh tapi libur kita malah beda, Azza udah libur sedangkan aku belum, aku libur Azza udah masuk lagi, akhirnya disepakati lah kita tetap pergi pada bulan Februari pas weekend biar Azza tetap bisa masuk. Setelah menimbang banyak hal dan memutuskan tentang waktu keberangkatan, aku langsung pesan tiket menuju Tanjung Pinang, kota dimana Azza berada karena rencananya kita mau ke Malaysia dan Singapura via darat dan laut dengan rute Tj.Pinang-Johor Bahru-Kuala Lumpur-Singapura-Batam. Tiket pesawat ke Tanjung Pinang cukup standar seharga Rp. 498.000. Aku berangkat ke Tanjung Pinang pada hari Kamis. 22 Februari 2018 dari Bandara Soekarno Hatta pukul 08.25 dan tiba di Tj. Pinang pukul 10.00 WIB. Aku sudah dua kali ke kota ini, tapi baru kali ini lewat udara, sesampainya di sana terlihat bandaranya cukup bagus walaupun masih kecil dan lumayan sepi, aku nunggu dijemput Azza sambil main hape dan lihat sana sini.
Bandara Raja Haji Fisabillilah Tj. Pinang
Tak lama berselang si Azza datang dan kita langsung menuju  kontrakan Azza, setelah meletakkan tas, kita langsung cari makan dan jalan-jalan di sekitar Tj. Pinang. Kemudian pergi beli tiket Kapal Ferry dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tj. Pinang menuju Pelabuhan Stulang Laut Johor Bahru Malaysia. Kita beli tiket di salah satu agen yang ada di sekitar pelabuhan seharga Rp.300.000 dengan menggunakan kapal Indomas. Kita memilih waktu keberangkatan paling sore pada hari Jumat, 23 Februari 2018 pukul 15.00 WIB. Setelah itu kita nukerin uang di Money Changer yang ada di sekitar sana, dimana harga beli 1 RM = Rp. 3.480, jadilah kita nukerin uang berdua Rp. 1.500.000 didapat uang ringgit sebanyak 431 RM, kemudian kita nukerin uang dolar singapura dimana 1 dolar = Rp. 10.300 kita nukerin uang seberas Rp.2000.000 dan didapat uang dolar sebanyak 194 dolar singapura. Inilah bekal kita selama perjalanan menuju dua negara tetangga tersebut.

Tiket kapal Ferry dari Tj.Pinang ke Johor Bahru
Setelah itu aku diajak Azza dan temannya untuk jalan-jalan ke icon Kota Tj. Pinang yaitu siput Gong-Gong. Setelah puas foto-foto dan makan di salah satu Kafe yang ada di sana kita balik ke kontrakan dan istirahat sebentar sambil cerita-cerita tentang kegalauan kita di masa-masa ini. Ah sudahlah,,setiap orang punya jalannya masing-masing dan mari kita bersenang-senang dulu...hahaha

Siput Gong-Gong as the icon of Tj.Pinang

Keesokan harinya, aku sendirian menunggu Azza pulang mengajar pukul 12.00, setelah itu shalat dan makan siang kita menuju pelabuhan pukul 13.00. Sesampai di pelabuhan terlihat sedang ada pekerjaan perbaikan di beberapa tempat, secara keseluruhan pelabuhan ini sudah berubah dari terakhir kali aku ke sana pada 2014, ya iyalah kan sekarang udah 2018 neng...hahha..


Pelabuhan Sri Bintan Pura

Setiba di pelabuhan kita nyari tempat masuk untuk keberangkatan internasional, setelah celingak celinguk dan nunggu beberapa lama kita masuk ke ruang tunggu di pelabuhan, oh iya sebelumnya kita harus bayar pas pelabuhan atau tax pelabuhan dulu sebesar Rp. 35.000. Setelah menunggu selama satu jam kurang akhirnya kita dipanggil ke bagian imigrasi sebelum naik kapal, di sini kita ditanya mau kemana dan berapa lama, nah karena logat bahasaku bukan logat melayu jadilah bapaknya nanya macam-macam dengan tatapan curiga gitu,,hadeuuh pak, saya cuma numpang transit aja kok disini..-_- Akhirnya kita naik ke kapal dan nyari tempat duduk, jadi kalo naik kapal ferry gini ga ada nomor seat nya jadi bebas mau duduk dimana aja.


Kapal Indomas


Suasana di dalam kapal Ferry

Perjalanan Tj.Pinang ke Stulang Laut memakan waktu lebih kurang 3 jam, waktu masih di perairan sekitar Tj.Pinang dan Batam ombaknya masih kecil tapi ketika udah lewat dari sana dan masuk perairan luas eh ombaknya malah besar dan bikin kita agak pusing. Ketika udah lebih dari 1 jam perjalanan sinyal kartu kita mulai roaming, ini artinya kita udah keluar dari Indonesia..ahahaa...Good Bye Indonesia...
Kita sampai di Pelabuhan Stulang Laut pukul 19.00 waktu malaysia (fyi, waktu malaysia lebih cepat 1 jam dr indonesia), sesampai di sana kita langsung menuju imigrasi, kita ditanya mau kemana dan berapa lama, langsung dijawab mau ke Kuala Lumpur selama 2 hari, tanpa nunggu waktu langsung distempel, kemudian sambil nunggu Azza di imigrasi aku iseng mau foto, eh malah dimarahin sama petugasnya, aku baru ingat kalo di sana ga boleh ada kamera, maaf pak, sy ga tauu...:( lalu kita langsung berjalan ke luar, ternyata pelabuhan ini terintegrasi sama mall, sebelum ke luar kita beli kartu sim malaysia dulu untuk memudahkan dalam membuka internet dan mencari informasi nantinya, maklumlah kita kan kids jaman now yg ga bisa hidup tanpa internet..hahha...Kita beli kartu sim seharga 20 RM dengan kuota 1,5 GB selama seminggu.

Gerbang kedatangan di Pelabuhan Stulang Laut

Selanjutnya kita terus berjalan ke luar dan mencari informasi tentang cara menuju Terminal Larkin. Berdasarkan blog yang sudah kita baca ada dua cara menuju Terminal Larkin, pertama dengan menggunakan taksi berwarna merah atau bisa dengan menggunakan bus tapi dua kali ganti bus. Awalnya biar terasa sensasi backpackernya kita memutuskan mau naik bus aja, eh tapi pas dicari-cari bus nya ga ketemu dan saat nanya sama orang malah orangnya bilang ga ada bus dan disuruh naik taksi aja dengan nada kayak orang marah gitu..hadeeuhh...ya sudahlah daripada lama dan takut ga kebagian tiket bus untuk ke Kuala Lumpur akhirnya kita naik taksi. Setelah tawar menawar akhirnya didapat ongkos taksi ke sana sebesar 15 RM, pas masuk ke dalam taksi bapak itu bawa istri dan anaknya di depan, dan kebetulan lagi ternyata istrinya orang Padang, wah dunia ini sempit sekalii...Perjalanan dari Stulang Laut ke Larkin hanya memakan waktu lebih kurang 20 menit. Sesampai di Terminal Larkin kita langsung menuju ke loket pembelian tiket, awalnya kita masih ragu mau pilih bus yang mana, dari blog-blog yang sudah kita baca ada dua jenis bus yang sering dinaikin sama orang yaitu bus Transnasional dan Super Coach. Akhirnya kita beli tiket bus Super Coach seharga 35 RM pukul 11.59 (last bus). Sambil nunggu kita nyari makan dulu, setelah milih-milih akhirnya kita beli nasi goreng kampung seharga 6 RM dan air mineral seharga 1.30 RM. Setelah kenyang kita memutuskan untuk shalat dulu dan nyari masjid yg ternyata ada di lantai 2, terminal ini juga terintegrasi dengan pasar, tapi karena sudah malam sudah banyak toko yang tutup. Masjidnya cukup luas, bersih dan nyaman, setelah shalat kita duduk-duduk dulu dan aku masih sempat ngisi borang Penelitian di lemlitbang yang batas akhirnya hari itu..haha
Suasana di dalam Masjid di terminal Larkin

Nasi Goreng Kampung

Pukul 11.30 gate menuju bus nya dibuka, dan kita langsung masuk ke dalamnya, Oia jika kita beli tiket di tempat agen maka kita harus nukerin tiket dengan semacam boarding pass gitu, tapi kalo beli langsung menggunakan mesin maka tidak harus ditukerin.

Tiket dan Boarding Pass
Nah, saat mau masuk ke gate ada sedikit drama nih, ternyata tiket kita ga dideteksi sama sistem karena jam yang tertulis pukul 00.01 tanggal 23 Februari 2018 itu artinya tiketnya sudah lewat dong, seharusnya kalo tanggal 00.01 itu sudah tanggal 24 Februari, akhirna sama kakak-kakak petugas disana diurusin lagi dan tak lama setelah menunggu kita bisa masuk dan mencari bus Super Coach di Gate 29. Alhamdulillah akhirnya kita langsung masuk bus dan mencari tempat duduk. Okee...Kuala Lumpur, wee are coming...
Bersambung ke Part 2 ya...^_^