Hari ini angin kefamenanu bertiup
sangat kencang, mungkin anomali cuaca sudah mulai melanda. Daripada tidak ada
kegiatan aku akan melanjutkan cerita semalam. Kali ini aku akan menceritakan
mengenai rumah pertama kita di sini. Kita berlima memutuskan untuk mengontrak
satu buah rumah di dekat kampus nama kerennya BTN. Awal sampai di sini kita
seperti tercerabut dari peradaban karena suasananya yang sepi dan sunyi. BTN
ini kebanyakan dihuni oleh para mahasiswa UNIMOR, jadi saat libur natal dan
tahun baru kemaren semua pada pulang kampung, ya sama seperti saat kita mudik
lebaran, jadi kami datang di saat yang tidak tepat. Karena sunyi dan jauh dari
kota (jika bisa dibilang kota) maka kami akhirnya memutuskan akan mencari rumah
di daerah kota sana biar akses kemana-mana lebih dekat. Rumah pertama kami ini
terdiri dari dua kamar, namun kami sulap menjadi 3 kamar. Oh ya, aku akan
memperkenalkan anggota rumah kami, yang pertama tentu aku sendiri dunk, hehe,
aku sekamar dengan mba Rut anak madura + malang, dalam waktu sebentar kita
telah berubah menjadi partner in crime, hahaha.:) , selanjutnya ada mba Suci
asli pati jawa tengah dengan suaminya mas Irfan, kemudian ada mas Aris dari orang
dayak Palangkaraya, haha, itu perkenalan singkat anggota rumah kami.
| dari depan ke belakang, mas Aris, aku, mba Rut dan mba Suci |
Selanjutnya kita kembali membahas rumah, jadi semua rumah di sini mengandalkan
air PDAM yang dibeli atau dialirkan dari luar karena tidak ada sumur di sini
karena airnya mengandung kapur (katanya), nah rumah yang kami tempati ini juga
memiliki bak air besar, karena tidak ada pompa yang mengalirkan air ke dalam
kamar mandi, jadi kami harus menimba air dan mengangkat ke dalam kamar mandi
setiap hari, ujian pertama di rumah ini..-_-.
Selanjutnya malam kedua di sini aku sudah ‘disapa’ oleh para hewan di
sini, saat asik terlelap tiba-tiba aku merasakan sejenis hewan menempel di
kakiku, refleks aku langsung bangun dan menghidupkan lampu, dan tahukah kau
kawan hewan apa yang kutemukan, Kelabang, wah aku langsung kaget dan membangunkan
my roomate, kami pun membunuh kelabang itu, ternyata itu bukan kelabang pertama
yang masuk ke dalam rumah, karena setelah itu ada banyak kelabang yang masuk ke
dalam rumah, pak Elpius sang pemilik rumah yang juga dosen UNIMOR mengatakan
kalau hal itu biasa di sini. Kata beliau semua daerah di sini seperti itu, jadi
pada malam hari ada banyak hewan seperti kelabang, kaki seribu, kalajenking,
kutu tanah, dsb yang keluar untuk mencari kesejukan, ceileee, jadi tanah yang
panas memaksa mereka untuk keluar mencari daerah yang lebih dingin seperti
lantai keramik rumah. Jadi jangan kaget jika nanti menemukan banyak hewan-hewan
ini. Semoga Allah melindungi kami.
![]() |
| Salah satu kelabang yang ditemukan |
Di pekarangan rumah banyak pohon singkong
dan pisang, ah ya, banyak ditemukan pisang yang besar-besar di sini, salah satu
buah yang tidak langka di sini, haha. Satu hal yang membuat kita agak risih
adalah ada banyak anjing di sini, umumnya tiap rumah orang mempunyai anjing,
hiiii..ini salah satu alasan kita ingin mencari rumah dengan lingkungan yang tidak
banyak anjing.
![]() |
| Suasana BTN saat masih sepi |
![]() |
| Rumah pertama kita walau cuma 1 bulan |
Selanjutnya cerita mengenai
kebiasaan orang-orang sini yang kami anggap unik dan berbeda. Saat pertama kali
sampai di kampus, kita melihat para dosen, staf dan mahasiswa saling menyapa
dengan menempelkan hidung, whattt??? Menempelkan hidung seperti cipika cipiki
itu lho kawan,,hhahaha..Can you imagine that??? Awalnya aku berniat memfoto
mereka, tapi karena baru datang jadi ya malu n ga enak gitu,,hehe, dan ternyata
lagi itu bukan hanya sesama cewek, yang laki2 pun juga melakukan hal yang sama,
tapi ada juga yg saling cipika cipiki, sampai sekarang kita belum tau apa
perbedaan menempelkan hidung dengan cipika cipiki, hihi, kelak jika sudah akrab
dengan mereka akan ku tanyakan lagi. Kemudian kita juga mendengar kalau
masyarakat di sini hobi berpesta dan berdansa, ceileeeee...jadi pada suatu
malam kita mendengar bakal ada pesta dansa di komplek rumah kita, nah karena
pada dasarnya curiousity kita sangat tinggi jadilah kita berniat ingit melihat
dari jauh pesta dansa itu, tapi rada takut sedikit karena katanya jika kita
datang ke sana dan diajak berdansa maka kita harus ikut, huaaaa...akhirnya kita
hanya melihat dari jauh, tetapi tiba-tiba sang pemilik rumah malah menghampiri
dan mengajak masuk, antara gak enak dengan sungkan, akhirnya kita mendekat,
ternyata pestanya dimulai dengan makan-makan dulu, yah seperti acara selamatan
gitu lah, kita ditawari makan namun dengan halus kita tolak, nah, acara puncak
baru dimulai setelah itu, katanya semua acara ga lengkap tanpa ada tarian atau
dansanya, awalnya ada tari bersama gitu, aku lupa namanya, kemudian baru mereka
berdansa ala portugis yang disesuailan dengan musiknya. Ada satu hal menarik
yang kita dengar dari musiknya, ada satu musik yang iramanya persis sama dengan
lagu Haddad alwi yang Muhammad Teladanku tapi syairnya beda, woaaa........
![]() |
| Dansa yo dansa..wkwk |
Katanya kalau ada pesta orang
sini juga gemar meminum SOFI yaitu sejenis minuman keras yang terbuat dari
fermentasi air sulingan tumbuhan (lupa nama tumbuhannya apa, hehe), ya seperti
tuak lah, untung curiousityku tidak mengalahkan akal sehat agar mencobanya, haha...Selain
itu yang menarik adalah gaya busana mahasiswa ke kampus, di FKIP mahasiswa
diwajibkan memakai rok atau celana kain (dimana2 peraturan calon guru sama lah ya), nah bedanya
kalo biasanya lihat mahasiswa pake rok panjang, beda disini semuanya pake rok
pendek+kemeja lengan pendek, saat pertama kali melihat itu, kita langsung
teringat dengan style nya ibu2 kita jaman dahulu kalaa,,,ups,,hahaha..:D (sayang belum bisa difoto karena ga enak, hihi)





