Minggu, 26 Januari 2014

Kefa masih punya cerita nona..^^

Selamat sore kawan,
Hari ini angin kefamenanu bertiup sangat kencang, mungkin anomali cuaca sudah mulai melanda. Daripada tidak ada kegiatan aku akan melanjutkan cerita semalam. Kali ini aku akan menceritakan mengenai rumah pertama kita di sini. Kita berlima memutuskan untuk mengontrak satu buah rumah di dekat kampus nama kerennya BTN. Awal sampai di sini kita seperti tercerabut dari peradaban karena suasananya yang sepi dan sunyi. BTN ini kebanyakan dihuni oleh para mahasiswa UNIMOR, jadi saat libur natal dan tahun baru kemaren semua pada pulang kampung, ya sama seperti saat kita mudik lebaran, jadi kami datang di saat yang tidak tepat. Karena sunyi dan jauh dari kota (jika bisa dibilang kota) maka kami akhirnya memutuskan akan mencari rumah di daerah kota sana biar akses kemana-mana lebih dekat. Rumah pertama kami ini terdiri dari dua kamar, namun kami sulap menjadi 3 kamar. Oh ya, aku akan memperkenalkan anggota rumah kami, yang pertama tentu aku sendiri dunk, hehe, aku sekamar dengan mba Rut anak madura + malang, dalam waktu sebentar kita telah berubah menjadi partner in crime, hahaha.:) , selanjutnya ada mba Suci asli pati jawa tengah dengan suaminya mas Irfan, kemudian ada mas Aris dari orang dayak Palangkaraya, haha, itu perkenalan singkat anggota rumah kami. 

dari depan ke belakang, mas Aris, aku, mba Rut dan mba Suci
Selanjutnya kita kembali membahas rumah, jadi semua rumah di sini mengandalkan air PDAM yang dibeli atau dialirkan dari luar karena tidak ada sumur di sini karena airnya mengandung kapur (katanya), nah rumah yang kami tempati ini juga memiliki bak air besar, karena tidak ada pompa yang mengalirkan air ke dalam kamar mandi, jadi kami harus menimba air dan mengangkat ke dalam kamar mandi setiap hari, ujian pertama di rumah ini..-_-.  Selanjutnya malam kedua di sini aku sudah ‘disapa’ oleh para hewan di sini, saat asik terlelap tiba-tiba aku merasakan sejenis hewan menempel di kakiku, refleks aku langsung bangun dan menghidupkan lampu, dan tahukah kau kawan hewan apa yang kutemukan, Kelabang, wah aku langsung kaget dan membangunkan my roomate, kami pun membunuh kelabang itu, ternyata itu bukan kelabang pertama yang masuk ke dalam rumah, karena setelah itu ada banyak kelabang yang masuk ke dalam rumah, pak Elpius sang pemilik rumah yang juga dosen UNIMOR mengatakan kalau hal itu biasa di sini. Kata beliau semua daerah di sini seperti itu, jadi pada malam hari ada banyak hewan seperti kelabang, kaki seribu, kalajenking, kutu tanah, dsb yang keluar untuk mencari kesejukan, ceileee, jadi tanah yang panas memaksa mereka untuk keluar mencari daerah yang lebih dingin seperti lantai keramik rumah. Jadi jangan kaget jika nanti menemukan banyak hewan-hewan ini. Semoga Allah melindungi kami. 

Salah satu kelabang yang ditemukan
Di pekarangan rumah banyak pohon singkong dan pisang, ah ya, banyak ditemukan pisang yang besar-besar di sini, salah satu buah yang tidak langka di sini, haha. Satu hal yang membuat kita agak risih adalah ada banyak anjing di sini, umumnya tiap rumah orang mempunyai anjing, hiiii..ini salah satu alasan kita ingin mencari rumah dengan lingkungan yang tidak banyak anjing. 
Suasana BTN saat masih sepi

Rumah pertama kita walau cuma 1 bulan
Selanjutnya cerita mengenai kebiasaan orang-orang sini yang kami anggap unik dan berbeda. Saat pertama kali sampai di kampus, kita melihat para dosen, staf dan mahasiswa saling menyapa dengan menempelkan hidung, whattt??? Menempelkan hidung seperti cipika cipiki itu lho kawan,,hhahaha..Can you imagine that??? Awalnya aku berniat memfoto mereka, tapi karena baru datang jadi ya malu n ga enak gitu,,hehe, dan ternyata lagi itu bukan hanya sesama cewek, yang laki2 pun juga melakukan hal yang sama, tapi ada juga yg saling cipika cipiki, sampai sekarang kita belum tau apa perbedaan menempelkan hidung dengan cipika cipiki, hihi, kelak jika sudah akrab dengan mereka akan ku tanyakan lagi. Kemudian kita juga mendengar kalau masyarakat di sini hobi berpesta dan berdansa, ceileeeee...jadi pada suatu malam kita mendengar bakal ada pesta dansa di komplek rumah kita, nah karena pada dasarnya curiousity kita sangat tinggi jadilah kita berniat ingit melihat dari jauh pesta dansa itu, tapi rada takut sedikit karena katanya jika kita datang ke sana dan diajak berdansa maka kita harus ikut, huaaaa...akhirnya kita hanya melihat dari jauh, tetapi tiba-tiba sang pemilik rumah malah menghampiri dan mengajak masuk, antara gak enak dengan sungkan, akhirnya kita mendekat, ternyata pestanya dimulai dengan makan-makan dulu, yah seperti acara selamatan gitu lah, kita ditawari makan namun dengan halus kita tolak, nah, acara puncak baru dimulai setelah itu, katanya semua acara ga lengkap tanpa ada tarian atau dansanya, awalnya ada tari bersama gitu, aku lupa namanya, kemudian baru mereka berdansa ala portugis yang disesuailan dengan musiknya. Ada satu hal menarik yang kita dengar dari musiknya, ada satu musik yang iramanya persis sama dengan lagu Haddad alwi yang Muhammad Teladanku tapi syairnya beda, woaaa........



Dansa yo dansa..wkwk

Katanya kalau ada pesta orang sini juga gemar meminum SOFI yaitu sejenis minuman keras yang terbuat dari fermentasi air sulingan tumbuhan (lupa nama tumbuhannya apa, hehe), ya seperti tuak lah, untung curiousityku tidak mengalahkan akal sehat agar mencobanya, haha...Selain itu yang menarik adalah gaya busana mahasiswa ke kampus, di FKIP mahasiswa diwajibkan memakai rok atau celana kain (dimana2  peraturan calon guru sama lah ya), nah bedanya kalo biasanya lihat mahasiswa pake rok panjang, beda disini semuanya pake rok pendek+kemeja lengan pendek, saat pertama kali melihat itu, kita langsung teringat dengan style nya ibu2 kita jaman dahulu kalaa,,,ups,,hahaha..:D (sayang belum bisa difoto karena ga enak, hihi) 

Oke deh kawan, sekian dulu ceritaku untuk kali ini, see u later..:)

5 komentar:

  1. membaca cerita cimut jadi ingat etnopedagogi...
    masih banyak kearifan lokal yang bisa ditemukan disana kayaknya...

    BalasHapus
  2. hehe,iya de..hanya sekedar sharing de...:)

    BalasHapus
  3. wah ceritamu ternyata sudah ada kelanjutannya kawan..hehehehe:D
    alhmdulillah sumber air su dekat disana ya, tapi masih harus ditimba, tidak apa2 biar cimut bisa lebih berotot :)

    BalasHapus
  4. hahahahha....sumber air su dekat zaaa tapi harus beli..-_-
    sakik pinggang mmbao aianyo za..wkwk..:D

    BalasHapus
  5. keren, keren, Prima Mutia Sari

    selamat datang di daerahku

    selamat, kamu telah memilih tempat yg tepat untuk mengabdi bagi orang-orang kecil

    maaf, aku terlambat baca tulisanmu, bagus sekali.

    BalasHapus