Aku dan pikiran-pikiranku
Setelah selesai membaca sebuah cerita 'happy ending' atau menonton drama yang berakhir bahagia, selalu ada pikiran yang muncul, mengapa hidupku tak semenarik itu? Lalu berbagai pikiran berlomba datang tak bisa dihentikan. Aku yang pasrah atau mungkin enggan berusaha kata orang. Saat memikirkan apakah masih tersisa peluang aku bertemu dengan seseorang yang akan menjadi 'the best one' itu langsung membuat hati nelangsa. Karena jika melihat usia, aku merasa tak ada lagi lelaki yang 'available' dengan karakter yang aku harapkan. Jika pun ada lelaki dengan selisih umur di atasku, beberapa pikiran langsung berkecamuk, mengapa dia masih sendiri? apa yang salah dengannya? dan pada akhirnya aku juga takut membayangkan jika orang juga berpikiran yang sama tentangku. Pada akhirnya aku hanya berperang dengan pikiranku sendiri dan memilih lari dan tak ingin lagi memikirkannya. Aku merasa bahagia hanya dengan melihat adegan 'uwu' di suatu drama dan merasa hidup di dalamnya. Kebahagiaan yang semu namun aku menikmatinya. Entahlah, apa aku harus senang atau sedih menjalani hari seperti ini. Aku merasa lelah meski jarang mencoba, aku merasa tak tau harus bagaimana dan akhirnya membiarkan semua berjalan seperti biasa. Pada akhirnya kata 'ya sudahlah' menjadi senjata melawan semua ketakutan pikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar