Memoar of 30 November
Masih ku
ingat jelas, siang itu 30 November 2004, kau menghadang langkahku sepulang
sekolah. Mengikutiku dan terus bertanya padaku tentang jawaban permintaanmu
semalam. Aku hanya terdiam dan tak tau harus berkata apa, tapi di ujung
perjalanan akhirnya ku beranikan diri mengatakan “ya” untuk hatimu. Ku lihat
senyum merekah di wajahmu saat itu dan aku tak tau pasti bagaimana perasaanku,
yang ku tau ada banyak bunga yang tiba-tiba bermekaran di hatiku. Itulah awal
kisah ini dimulai, bertahun2 yang lalu saat masih berseragam abu-abu. Mungkin
kala itu rasaku untukmu belum begitu tumbuh, karna saat itu aku hanya ingin
mencoba melihat hatimu dengan hatiku. Dan ternyata rasa itu kian mendalam
setelah hari-hari kulalui bersamamu. Hari dimana tawa menjadi bagian dalam
setiap langkah kita. Hari itu, tak pernah ada yang berfikir jika semua kan
berakhir dengan air mata. Tak kan ada yang menyangka jika waktu yang kita punya
ternyata amatlah singkat. Namun, kenangan yang ditorehkan dalam tenggat waktu singkat
itu begitu banyak. Mungkin jika kau masih ada disini, kita bisa mengenang
kembali yang t’lah terjadi sembari bercerita tentang impian akan hari esok yang
tak pasti. Namun semua tinggal cerita. Tapi.... kita tak bisa menolak takdir. Karena
walau kita pernah bersama merajut mimpi, Tuhan punya skenario lain yg
mengharuskan kita menutup satu mimpi untuk membangun mimpi yang lain.
Hari ini,
aku hanya ingin mengingat hari itu, bukan ku tak ikhlas melepasmu atau bukan
juga ku tak bisa membuka hatiku. Mungkin 7 tahun bukanlah waktu yang singkat
dan perlahan waktu bisa merubah segalanya. Tapi, aku hanya ingin berhenti
sebentar, dan mengingat kembali detik-detik dimana kau menunggu jawabanku itu.
Mengingat kembali lagu yang kita nyanyikan bersama, membayangkan kau tersenyum
berdiri di sampingku. Banyak hal yang t’lah ku alami, perjalanan panjang t’lah
kutempuh, ada banyak cerita yang ingin ku bagi denganmu, tapi sayang kau tak
duduk disampingku lagi.Namun satu hal yang ku yakin, kau pasti berharap semua bahagia bukan???
Tersenyum dan
Bahagialah di sana...

:)..
BalasHapus