Kamis, 01 Maret 2018

Travelling to Malaysia and Singapore Part 2


Hai teman, I hope you don’t feel bored with my story yaa…hehe. Jadi kita naik bus Super Coach dari terminal Larkin menuju terminal Bersepadu Selatan (TBS) Kuala Lumpur. Bus nya lumayan nyaman, bersih dan dingiiin dengan kursi 2 dan 1. Menurut orang-orang perjalanan dari Johor ke KL itu lebih kurang 6 jam, tapi ternyata kita jam 04.00 dini hari udah nyampe di TBS, jadi perjalanan ke sana hanya memakan waktu lebih kurang 4 jam. 
Bus Super Coach
Suasana dalam Bus


Sesampainya di TBS ternyata terminalnya emang keren banget, sesuai sama yang diceritain orang2 di blog, beda banget sama terminal-terminal yang sering aku liat di Jakarta..hehehe. Selanjutnya dengan mata masih sepet kita nyari mushalla yang kalo dalam bahasa Malaysia ditulis Surau. Ternyata suraunya buka jam 05 pagi, jadi kita duduk nunggu sampai suraunya dibuka. Saat surau dibuka ternyata sudah banyak orang-orang yang juga berniat tidur sambil menunggu waktu shubuh di sana. Fyi, waktu shubuh di Malaysia itu pukul 06 pagi. Setelah shalat shubuh kita langsung keluar dan menuju loket penjualan tiket untuk membeli tiket ke Singapura besok malam. Awalnya sempat ragu karena kita minim review tentang naik bus dari Malaysia ke Singapura, akhirnya memutuskan untuk nanya sama petugas penjual tiket, untung petugasnya sabar kita tanyain bus-bus apa saja yang ada sama harganya berapa. Akhirnya setelah pilah pilih, kita beli tiket bus ELTABINA jurusan TBS-Woodlands Singapura pukul 11.30 seharga 50 RM. Kita nekat aja langsung beli tanpa tau nanti dari Woodland ke hostel mau naik apa, ya sudahlah besok saja mikirin itu..hehhe.
Suasana dalam TBS

Selanjutnya kita nyari arah ke stasiun Bandar Tasik Selatan karena menurut cerita yang kita baca, terminal ini terintegrasi sama stasiun KTM Komuter. Setelah nyari2 petunjuk arah sampailah kita di stasiun Bandar tasik selatan yang berada di seberang TBS dan bisa dijangkau lewat jembatan penghubung antar terminal dan stasiun tersebut. Kemudian kita beli tiket KTM Komuter ke arah stasiun KL Sentral seharga 2.4 RM. Tiket KTM Komuter ini kayak koin gitu yang bisa ditempel dan nanti dimasukkan lagi ke dalam lubang koin pas sudah sampai. KTM Komuter ini mirip-mirip sama KRL Jabodetabek tapi lebih luas dan bersih, tempat duduknya ada yang hadap2an kayak KRL dan ada juga yang searah kayak kereta api jarak jauh. Dari TBS ke KL Sentral tidak terlalu jauh, hanya melewati 4 stasiun, kita sengaja milih hotel di sekitar KL Sentral agar mudah untuk akses kemana saja.
Sesampainya di KL Sentral kita langsung nyari2 pintu ke luar dan ternyata stasiun ini tuh gede banget *ya iyalah kan namanya juga sentral mut..hahha dan bergabung sama Mall NU Sentral. Akhirnya setelah nyari di google maps dan nanya sama security kita menemukan Jalan Tun Sambathan tempat dimana hotel kita berada. Selanjutnya sambil search di google maps mulailah kita nyari hotel itu, namanya Hotel Westree. Oia, keputusan untuk menentukan dimana mau menginap ini juga melewati diskusi panjang sampai tengah malam via Wa dengan Azza, akhirnya setelah mengingat, menimbang dan memutuskan akhirnya jatuhlah pilihan pada hotel ini. Menurut ketentuan hotel sebenarnya check in itu baru bias pukul 14.00, tapi karena kita sampai di sana pukul 07 pagi akhirnya kita berharap bias early check in. Alhamdulillah, ternyata petugasnya baik dan mengizinkan kita early check in tanpa biaya tambahan. Kamar kita berada di lantai 3 dan lumayan kecil. Tapi biaya segitu udah lumayan banget (1 malam=Rp.290.000), di dalam kamar ada double bed, TV, Air mineral, pemanas air, serta Toiletteries. Tanpa menunggu lama kita langsung mandi dan siap-siap untuk explore Kuala Lumpur.

Petualangan kita di KL dimulai pukul 09.00 pagi, sebelumnya kita memutuskan untuk brunch dulu di salah satu kafe dekat hotel namanya ABC Bistro Café, kita pesan Nasi Lemak Ayam Kampung dan Teh tarik  2 porsi seharga 24 RM. Ternyata ayamnya itu warnanya merah banget dan bikin agak gimana gitu makannya, mungkin karena belum terbiasa ya. 

Selanjutnya kita menuju KL Sentral dan memutuskan untuk pergi ke Batu Caves, tetapi sebelumnya kita beli kartu Touch and Go seharga 15 RM dulu karena katanya lebih hemat kalo pake kartu ini untuk naik transportasi umum. Kartu ini berisi saldo sebesar 9 RM dan deposit 6 RM, tapi deposit ini tidak bias diambil lagi nanti. Selanjutnya kita nyari stasiun untuk naik KTM Komuter kea rah Batu Caves, karena katanya tinggal naik kereta 1 kali udah sampai di sana. Eh ternyata sekarang ada perubahan jalur, dimana kita harus naik Bas (Bus) Perantara  dulu dari KL Sentral menuju Stasiun Sentul. Dari Stasiun Sentul baru naik Komuter menuju stasiun Batu Caves. Sesampai di batu caves, kita langsung foto-foto dan naik tangga yang kalo ga salah berjumlah 386 anak tangga, awalnya Azza ga mau tapi setelah dipaksa sedikit akhirnya mau..hehhe..*peace za…jadi Batu caves itu adalah tempat ibadah umat Hindu, ada patung dan Goa serta ada lubang cahaya di dalamnya. 
Batu caves

Setelah istirahat sejenak akhirnya kita memilih balik untuk mengejar Komuter jam 13.40. Sesampai di stasiun ternyata kartu Touch n Go Azza tidak bias dipake karena katanya Unvalid gitu trus disuruh bayar 2 RM, kayaknya lagi ada kesalahan yg menyebabkan kartunya tidak dideteksi. Akhirnya kita bias masuk ke stasiun dan alhamdulilah komuternya belum jalan. Selanjutnya kita balik menuju KL Sentral dan mencari cara untuk KLCC, katanya belum sah ke Malaysia kalo belum kesana. Dari KL Sentral kita naik LRT Laluan Kelana Jaya menuju KLCC. Ada beberapa jenis transportasi umum di Malaysia yang awalnya bikin bingung tapi akhirnya cukup dimengerti, hehe.,LRT ini umumnya berada di bawah tanah dan kursinya mirip-mirip sama kursi Transjakarta tapi berbasis rel. keluar dari stasiun LRT kita harus naik escalator menuju pintu keluar di atas. Karena ga tau dimana arah KLCC ini, akhirnya kita ikutin jalan menuju Mall Suria KLCC yang ternyata jauh banget pintu keluarnya, padahal sebenarnya ada pintu keluar yang deket dari stasiun menuju Jalan Ampang yang langsung berada di depan KLCC, dasar ga tau dan ga nanya akhirnya kita harus jalan jauh keluar darri mall..haha. Finally, we can see the phenomenal petronas twin tower itu. Tapi ternyata ga mudah ngambil foto yang kelihatan semua menaranya. Sebenarnya ada banyak yang menawarkan kamera fish eye di sana, tapi karena budjet kita ga ada buat itu ya udah pake kamera hp alakadarnya aja. Gapapa lah ya, yang tertangkap oleh mata sudah melebih apa yang ada dalam foto, ceileee… 

selanjutnya hari sudah mulai sore dan kita memutuskan mencari bus GoKL yang katanya gratis itu. Bus GoKL ini terdiri dari beberapa jalur, ada red line, blue line, purple line, dan green line. Setiap jalur punya spesifik tertentu, seperti purple line yang melewati daerah wisata seperti Pasar Seni, Petaling Street, Muzium Negara, dsb. 
Jalur Bus GoKL

Dari KLCC kita naik bus GoKL green line menuju Bukit Bintang. Turun sebentar di sana trus ambil beberapa foto kita melanjutkan perjalanan menuju Pasar Seni. Dari sana kita mencoba berbagai jenis jalur bus GoKL sampai menuju KL Sentral lagi. KL sentral ini berada di jalaur red line dan kita harus nyari halte yang dilewati oleh GoKL Interchange gitu. Pokoknya kita nyoba-nyoba aja yang penting harus lihai membaca dan bertanya..hhaha. Oia satu hal yang harus diingat, di dalam bus ini ga ada pemberitahuan halte pemberhentian selanjutnya, jadi ya kalo mau turun dimana harus lihat apa nama daerah itu karena terkadang di halte nya juga ga ada tulisan, jangan sampai kelewat kayak kita kemaren mau ke halte medan mara tapi karena ga ada tulisannya kita ga turun, setelah kelewatan baru terlihat ada tulisan medan mara di depannya, hadeeuh..Pukul 19.30 malam kita sampai di KL Sentral lagi, akan tetapi sebenarnya itu masih sore dan cukup terang ya teman. Selanjutnya kita makan malam di Restoran Nasi Kandar sebelum menuju Hotel. Aku pesan martabak dan Azza pesan Kwetiau serta dua gelas jus mangga dan jus buah naga. Eh ternyata yang disajikan bukan jus tapi kayak sirup diblend gitu…hedeehh..trus dalam bayanganku martabak itu kayak martabak mesir di kampong, eh ternyata martabaknya pake kuah kari kayak di India gitu,,heemm..thats not suitable with my tounge..hahaha. 
Martabak dengan kuah Kari


Setelah itu kita balik ke Hotel buat istirahat karena udah capek dan ngantuk banget. Alhamdulillah hari pertama di KL berjalan lancar, tunggu hari kedua di Part 3 ya…J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar